HOMESCHOOLING LEBIH EFEKTIF UNTUK ANAK PRESCHOOL

 Sejak pandemi, anak setara TK A dan TK B terpaksa harus belajar daring di rumah. Sayangnya, untuk anak usia 5-7 tahun, kegiatan daring kurang bisa maksimal mengingat kecenderungan alamiah anak adalah bermain.

Salah satu alternatif belajar yang tepat dan aman untuk usia dini adalah homeschooling. Pada dasarnya homeschooling adalah kegiatan sekolah yang dilakukan di rumah. Orang tua menjalankan peran penting dalam pendidikan anak, menetukan bagaimana pendidikan yang sesuai untuk anaknya.

Lantas bagaimana dengan orang tua yang tidak bisa membantu anaknya belajar karena kesibukan berkerja, kurang materi ajar, atau kendala SDM yang kurang memadai? Dalam menjalanakan pembelajaran, anak bisa dibantu dengan kehadiran pihak ketiga misalnya mencari tutor pendamping baik secara privat atau kelembagaan. Tentunya harus juga diperhatikan kebutuhan motorik anak. Tidak melulu belajar.

Lantas bagaimana dengan ijazah anak preschool dengan sistem homeschooling?

Sebenarnya, syarat untuk masuk SD adalah akta lahir dan kartu keluarga saja. Tujuannya adalah untuk kebutuhan data dasar sistem Dapodik SD. Sehingga ijazah TK bukan merupakan syarat pendaftaran masuk SD. Namun untuk beberapa sekolah swasta, terutama yang favorit, mereka membutuhkan laporan capaian belajar sebagai ganti ijazah. Karena ingin memastikan kemamapuan dasar calon siswanya. Hal ini bisa diatasi dengan cara mengikuti homeschooling di lembaga non formal yang bisa mengeluarkan sertifikat atau laporan capaian belajar.

Leave a Comment